dd6xhGwqYy8Hb9L8NXF5UGzLHNvpiXVI6LGMRJ4y

xxx


Bahas Lengkap Tentang Syringe Pump
Image:http://www.dyausmed.com

A. Definisi dan Fungsi Syringe Pump

Syringe pump adalah salah satu alat yang digunakan untuk memasukkan obat ke tubuh pasien dengan sistem berkala dan teratur secara otomatis. Dengan perhitungan yang tepat, syringe pump dapat memudahkan tenaga medis untuk memberikan cairan atau obat secara terjadwal dan meminimalkan human error yang kerap terjadi.

B. Fungsi Syringe Pump


Sebagai alat yang digunakan untuk memasukan obat dan cairan dengan tingkatan ketepatan yang tinggi ke dalam tubuh pasien.
Sebagai alat yang dapat digunakan secara kontinyu sesuai aturan tanpa memberikan efek kadar obat yang terlalu rendah atau tinggi karena dilakukan dengan tepat dan akurat.
Sebagai alat pemasukan obat yang efektif terutama bagi pasien yang memiliki kesulitan memasukan obat dalam bentuk tablet atau kapsul.
Prinsip dasar syringe pump adalah memasukan cairan secara berkala sesuai dengan perintah yang diberikan dengan sistem kontrol dan keamanan yang sangat baik karena dilengkapi dengan sistem alarm yang sensitif di bagian titik kritis sehingga tidak akan membahayakan pasien saat terjadi kesalahan alat. Adapun alarm yang terpasang pada syringe pump diantaranya adalah sebagai berikut.

 Alarm untuk kemampatan
Alarm satu ini akan berbunyi jika bagian bagian syringe pump mengalami kemampatan. Kemampatan dapat disebabkan oleh banyak hal. Alarm dapat berbunyi akibat adanya tekanan yang berlebih pada sistem pompa. Sensor alarm ini akan sekaligus mematikan atau menghentikan tindakan pemompaan jika terjadi sumbatan.
Alarm untuk batasan jumlah cairan yang dimasukkan
Dalam mengonsumsi obat, tentunya akan ada aturan dan batasan tertentu. Hal ini agar pasien dapat mengonsumsi obat dengan dosis yang tepat dan tidak berlebihan. Syringe pump akan memberikan kemudahan karena akan ada alarm yang memberitahukan tenaga medis bahwa cairan dan obat yang dimasukan sudah sampai pada batasnya atau sudah sesuai dengan limit yang ditentukan. Jika batasan sudah tercapai, maka, secara otomatis pompa akan berhenti dan alarm akan berbunyi sebagai tandanya.
Alarm untuk mengetahui cairan sudah hampir habis
Selain untuk mengetahui adanya sumbatan dan sudah tercapainya limit atau batasan pemasukan cairan atau obat, alat ini juga dilengkapi dengan alarm uang memberitahukan bahwa cairan yang ada pada alat akan segera habis. Hal ini untuk mencegah alat kehabisan cairan atau obat yang semestinya dimasukan secara berkesinambungan.
Bagian – Bagian Syringe Pump
bagian - bagian syringe pump



C. Bagian-bagian Syringe pump

Tidak lengkap rasanya jika membahas syringe pump tanpa mengetahui bagian bagian syringe pump. Adapun bagian utama dari syringe pump diantaranya adalah sebagai berikut.

Panel untuk pengoperasian yang berisi power display, power switch, indikator syringe size, start switch, dan indikator alarm.
Clamp yang memiliki fungsi sebagai penjepit suntikan atau syringe.
Cluth
Dialyang berfungsi sebagai alat untuk menurunkan dan menaikan delivery rame.
Slider
Slider hook
Contoh Prosedur Pemasangan Syringe Pump
Cara pemasangan syringe pump sendiri dapat dilakukan dengan mudah jika kita sudah mengetahui dan terbiasa menggunakannya. Adapun secara umum, cara pemasangannya harus memperhatikan prinsip berikut.

Menentukan konsentrasi
Hal paling krusial dalam menggunakan syringe pump adalah menentukan konsentrasi obat atau cairan yang diukur dalam meq/cc. Kandungan obat yang tepat pada tiap ampul atau gelas vialnya akan tertera pada kemasan obat. Jika Anda sudah mengetahui kandungan obat pada tiap ampul atau gelas vialnya, saatnya melakukan pengenceran sesuai dengan konsentrasi obat yang ingin Anda masukan dalam syringe.
Menentukan dosis
Hal kedua yang harus Anda perhatikan adalah penentuan dosis. Dosis obat untuk tiap pasien akan berbeda tergantung dari banyak faktor.
Menentukan kecepatan
Cara yang harus dilakukan selanjutnya adalah menentukan kecepatan. Cepat lambatnya pemasukan obat dipengaruhi oleh dosis dan konsentrasi obat.
Adapun langkah-langkah menggunakan syringe pump diantaranya adalah sebagai berikut.

contoh penggunaan syringe pump

Melakukan pengisian daya selama kisaran 15 jam sebelum digunakan.
Hidupkan alat.
Melakukan pengaturan setelah alat selesai melakukan kalibrasi dan dalam bentuk workmode dengan menekan tombol menu. Anda bisa mengatur kecepatan, waktu, dan berat.
Melakukan pengaturan parameter injeksi.
Melakukan pengaturan injection rate dan injection volume.
Setelah aturan sesuai, mulai melakukan pemasukan obat dengan menekan tombol start.
Jika alarm berbunyi, Anda bisa menekan tombol silence dan memeriksa apa yang menyebabkan alarm berbunyi.
Matikan alat setelah selesai digunakan.
Agar syringe pump dapat bekerja dengan baik dalam waktu lama, Anda perlu mengetahui cara perawatan syringe pump. Perawatan sebaiknya dilakukan secara berkala minimal 6 bulan sekali. Jika alat tidak dapat berfungsi dengan baik, jangan gunakan alat dan segera melakukan konsultasi dengan teknisi.

Pengecekan secara berkala hendaknya dilakukan oleh teknisi yang berpengalaman untuk mengetahui apa ada kerusakan pada alat. Anda juga perlu melakukan pengecekan pada baterai setiap 6 bulan. Perawatan yang dapat Anda lakukan secara berkala juga dengan selalu melakukan pengisian daya secara teratur selama minimal 8 jam sebelum digunakan. Hal ini akan membuat alat dapat bekerja dengan baik dalam waktu yang lama.

Nah, itu tadi ulasan mengenai syringe pump mulai dari pengertian, fungsi, bagian, cara menggunakan, sampai dengan perawatannya. Sebenarnya, ada perbedaan syringe pump dan infus pump. Hal ini perlu ditekankan karena banyak orang awam yang salah mengartikan. Syringe pump memiliki fungsi sebagai pemasok obat ke pasien melalui jarum suntik sementara infus pump digunakan untuk pemasangan selang infus. Menggunakan infus pump diatur berdasarkan tetesan per menit, sementara syringe pump dijalankan secara otomatis dengan pengaturan yang lebih akurat.



D. Prinsip Kerja Syringe Pump

Alat syringe pump merupakan suatu alat yang di gunakan untuk memberikan cairan atau obat kepada kedealam tubuh pasien dalam jangka waktu tertentu secara teratur . Secara khusus alat ini mentitikberatkan atau memfokuskan pada jumlah cairan yang diamasukan kedalam tubuh pasien, dengan satuan mililiter per jam (ml/h). Alat ini menggunakan motor dc sebagai tenaga pendorong syringe yang berisi cairan atau obat yang akan dimasukan kedalam tubuh pasien. Alat ini menggunakan sistem elektronik mikroprosesor yang berfungsi dalam pengontrolan dalam pemberian jumlah cairan ke tubuh pasien, sensor dan alarm. Dalam sistem Mekanik yaitu dengan gerakan motor sebagai tenaga pendorong. Pada dasarnya pada syringe pump terdiri dari beberapa rangkaian yaitu rangkaian pengatur laju motor (pendeteksi rpm), rangkaian komparator, dan rangkaian sinyal referensi. Motor akan berputar untuk menggerakkan spuit merespon sinyal yang diberikan oleh rangkaian pengendali motor, tetapi putaran motor itu sendiri tidak stabil sehingga perubahan-perubahan itu akan dideteksi oleh rangkaian pendeteksi rpm. Sinyal yang didapat dari pendeteksi rpm akan dibandingkan dengan sinyal referensi, dimana hasil dari perbandingan tersebut akan meredakan ketidakstabilan motor. Motor akan mengurangi lajunya jika perputarannya terlalu cepat dan sebaliknya akan menambah kecepatan jika perputarannya terlalu pelan sehingga didapatkan putaran motor yang stabil. Syringe pump didesain agar mempunyai ketepatan yang tinggi dan mudah untuk digunakan. Syringe pump dikendalikan dengan mikrokontroller dan dilengkapi dengan system alarm yang menyeluruh.

E. Blok Diagram Syringe Pump

00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000

1. Gambar Blok Diagram

00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000

2. Fungsi Bagian-bagian Pada Blok Diagram

Cara Kerja Blok Diagram Fungsi Blok Diagram:

  1. Block power supply
    Block power supply berfungsi mendistribusikan tegangan dari PLN, langsung pada alat. Selain itu, pada alat syring pump dapat juga menggunakan Battery sebagai cadangan Supply. 
  2. Block Microcontroller / mikrokomputer / .CPU
    Mikrokontroller sebagai pengontrol dan pengendali dari Syringe pump. Output berupa perintah untuk mengendalikan motor, baik untuk memberhentikan motor atau pun mempercepat kerja motor. Selain itu mengolah pendeteksian sensor yang berfungsi sebagai Pengaman dan selanjutnya menyalakan Buzzer sebagai tanda alarm. 
  3. Block Sensor
    Sebagai pendeteksi cairan yang ada pada syringe. Dapat menggunakan sistem optocopler. Menggunakan optocoupler sebagai sensor. Dengan sebuah fototransistor sebagai penerima dari LED yang memancarakan cahaya, yang akan mempengaruhi resistansi fototransistor. 4. Block Motor Driver Sebagai tenaga utama pendorong syringe yang berisi cairan. Berupa motor DC. Bekerja dengan kecepatan delivery rate sesuai dengan penyetingan awal yang dilakukan dan dapat dipercepat dengan menekan push button pada setting alat. 
  4. Block Alarm dan Display Alarm sebagai keamanan.
    Akan berbunyi apabila cairan pada syring akan habis. Display pada syringe sebagai indicator penyettingan dari kecepatan motor dalam mendorong cairan pada syringe yang diatur terlebih dahulu. Terdapat pula lampu indikator.


3. Cara Kerja Blok Diagram

00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000 00000

F. Pengoperasian Syringe Pump


  1. Masukkan kabel power ke stop kontak
  2. Tekan tombol power ON
  3. Masukkan syring kemudian jepit dengan slederhook
  4. Setting flowrate, delivery limit, volume delivered dengan cara menekan tombol yang tersedia pada display
  5. Tekan tombol START,syring pump bekerja otomatis
  6. Lampu indicator operasi akan menyala hijau
  7. Jika syring berhenti beroperasi lampu akan padam, dan alarm akan berbunyi
  8. Jika terjadi alarm lampu merah akan menyala
  9. Jika ingin melakukan penambahan volume secara cepat tekan tombol STOP kemudian tekan tombol PURGING
  10. Setelah selesai beroperasi tekan tombol OFF
  11. Lepaskan kabel power dari stop kontak

G. Pemeliharaan Syringe Pump


SOP Pemeliharaan a) Ganti dan bersihkan syringe setelah digunakan b) Charger kembali battery setelah dipakai c) Lepaskan syringe dari syringe holder setelah pemakaian alat d) Bersihkan alat dari debu dan kotoran. e) Berikan oli pelumas pada motor stepper. f) Lakukan penyettingan keluaran cairan dan lakukan pengkalibrasian setiap setahun sekali g) Kencangkan baut-baut yang kendur. h) Apabila alat mengalami trouble maka segera hubungi teknisi