dd6xhGwqYy8Hb9L8NXF5UGzLHNvpiXVI6LGMRJ4y

Jenis, Simbol dan Contoh Bentuk Fisik Saklar

type Of switches
Macam - macam jenis saklar Listrik/elektronika
    Dalam dunia Kelistrikan dan Elektronika Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan atau menguhubungkan sirkuit listrik atau elektronik terhadap sirkuit lainnya. Pada kesimpulannya saklar adalah alat pemutus atau penghubung aliran listrik. 


Ada banyak jenis saklar, Fungsi sakelar ditentukan oleh jumlah kutub (pole) dan lemparan (throw) yang dimiliki saklar. 
Pole and Throw Switch

    Pole atau Kutub adalah banyaknya kontak sebagai jalur Input sumber  pada sebuah sakelar. sedangkan Throw atau lemparan adalah banyaknya kondisi titik kontak pada sakelar tersebut. Pole dan throw umumnya terbuat dari bahan konduktor logam atau tembaga atau kuningan. 


A. Saklar Mekanik

    Mechanical Switch atau saklar mekanis adalah saklar yang harus diaktifkan secara fisik, dengan menggerakkan, menekan, melepaskan, atau menyentuh kontaknya. Sakelar elektronik tidak memerlukan kontak fisik untuk mengontrol rangkaian.


a. Jenis saklar berdasarkan mekanisme serta jumlah pada koneksi input dan outputnya (pole dan Throw)

  1. SPST (Single Pole Single Throw)
    Saklar On-Off sederhana, terminal sentral (1P) akan terhubung/terputus ke terminal 1T



  2. SPDT (Single Pole Double Throw)
    Terminal sentral (1P) akan terhubung ke salah satu terminal (1T atau 2T) dan akan terputus ke terminal lainnnya dalam satu kondisi.


  3. DPST (Double Pole Single Throw)
    Dalam kondisi On ("1") dua terminal sentral akan terhubung ke terminal pasangannya dan akan terputus ketika kondisi Off ("0")
  4. DPDT (Double Pole Double Throw)
    Dua terminal sentral(1P dan 2P) akan terhubung ke salah satu terminal pasangannya (1T dan 2T) dan teputus ke terminal pasangannya yang lain dalam satu kondisi.
  5. DPXT (Double Pole X Throw)
    x=jumlah Throw, misalnya DP4T  (Double Pole 4 Throw)
  6. SPXT (Single Pole X Trow)
    X=jumlah Throw, misalnya SP6T (Single Pole 16 Throw)

b. Berdasarkan cara penggunaan atau pengoperasian  

    Berdasarkan jenis pengaplikasiannya, sakelar dalam elektronika/kelistrikan dikelompokkan sebagai berikut:

1. Push button Switch

Sakelar Push Button
    Sakelar Push Button juga disebut Sakelar Tekan, adalah sakelar yang dioperasikan dengan cara ditekan (tahan) dimana sekelar ini akan memutus/menghubungkan hubungan dari suatu rangkaian ke rangkaian lain. Sakelar ini adalah tipe  sakelar yang paling umum digunakan pada perangkat elektronika atau kelistrikan. 

2. Toggle Switch

Toggle Switch
    Toggle Switch atau Sakelar Pengalih adalah sakelar yang digerakan berupa tuas atau toggle dari satu posisi ke posisi lainnya. Sakelar ini biasanya dilengkapi dengan per atau pegas dibagian dalam sebagai mekanis bantu menggerakkan tuas ke posisi tertentu

3. Limit Switch

    Limit Switch adalah saklar yang digerakan oleh suatu media atau objek secara mekanis sehingga memberikan sinyal keluaran berupan ON atau OFF ke suatu sistem atau rangkaian lainnya. Prinsip kerjanya sama dengan saklar Push Button, hanya saja pada pengaplikasiannya tidak digerakan oleh tangan, namun oleh suatu media atau objek lainnya. Contoh penggunaannya pada mesin pendingin atau kulkas rumah tangga, Saklar limit switch ditempatkan dibalik pintu kulkas yang terhubung ke rangkaian lampu penerangan pada kulkas.

4. Magnetic Switch

Saklar Magnetik


    Sakelar Magnetik adalah jenis sakelar di mana mekanismenya dioperasikan oleh ada atau tidak adanya medan magnet. Ketika medan magnet di dekatkan saklar akan bekerja sehingga menghubungkan/memutuskan suatu sistem ke sistem lainnya

5. Fload Switch

Saklar apung


Fload Switch atau saklar apung umumnya digunakan untuk mengendalikan pompa motor DC dan AC sesuai dengan volume/tinggi cairan atau air di tangki atau bak.
Sakelar ini bekerja kita pelampung (atau benda mengambang) bergerak ke bawah atau ke atas berdasarkan ketinggian air di dalam tangki. Gerakan pelampung tersebut menyebabkan kontak listrik terbuka atau tertutup (On/Off). 

6. Flow Switch



    Flow Switch atau saklar aliran digunakan untuk mendeteksi pergerakan aliran cairan atau udara melalui pipa atau saluran. Pada bagian dalam terdapat mekanis logam atau plat sebagai terminal koneksi dimana ketika sejumlah besar udara atau cairan melewati terminal koneksi tadi, makan akan menyenyabkan perubahan status koneksi (Off/On). Sakelar aliran cairan dirancang seperti dayung yang disisipkan melintasi aliran cairan di dalam pipa. Ketika cairan mengalir melalui pipa, gaya yang diberikan terhadap dayung mengubah posisi kontak menjadi terhubung atau memutus.

7. Pressure Switch

Saklar Tekanan

    Pressure Switch  atau Saklar tekanan ini biasanya digunakan dalam aplikasi industri untuk mendeteksi tekanan sistem hidrolik dan perangkat pneumatik tergantung pada besaran tekanan yang akan diukur. Contoh penggunaanya adalah pada mesin pompa air. Saklar jenis ini difungsikan sebagai safety atau pengaman ketika tekanan air pada tabung pompa atau pipa instalasi berlebih saklar ini akan mendeteksi dan memutuskan hubungan input tegangan listrik menuju motor pompa.

8. Rocker Switch

    Rocker Switch adalah Sakelar yang memiliki tombol untuk pengoperasian yang dapat ditekan di kedua ujungnya seperti jungkat-jungkit untuk menghubungkan atau memutuskan sirkuit listrik. 

9. Slide Switch

Saklar Geser

    Slide Switch atau Saklar Geser adalah saklar yang dioperasikan dengan tangan dengan cara di geser pada slidernya yang bergerak dari satu posisi ke posisi lain.

10. Temperature Switch

Saklar Suhu


    Saklar jenis bekerja dangan cara mendateksi tingkat suhu melalui elemen yang ada didalamnya. Elemen pendeteksi panas yang paling umum adalah strip bimetalik yang bekerja berdasarkan prinsip ekspansi termal. Strip bimetalik dibuat dengan dua logam yang berbeda (yang memiliki laju muai panas berbeda) dan terikat satu sama lain. Ketika suhu menyebabkan elemen strip membengkok atau mengatup, keadaan ini akan mengubah status kontak sakelar menjadi terputus ataupun terhubung

11. Emergency Stop Switch

Tombol Emergency
Emergency stop (E-stop), mergency off (EMO) atau emergency power off (EPO), adalah saklar dengan mekanisme pengaman yang digunakan untuk mematikan mesin dalam keadaan darurat ketika tidak bisa dimatikan dalam dengan cara biasa. Sakelar pemutus jenis ini dirancang dan dikonfigurasi untuk membatalkan operasi secepat mungkin (bahkan jika itu menyebakan kerusakan pada peralatan ) dan untuk dioperasikan dengan sederhana dan cepat. Tombol ini biasanya dirancang dan ditempatkan pada posisi mudah terlihat.

12. Joystick Switch

Joystick Switch


    Sakelar joystick adalah jenis saklar yang digerakkan secara manual berupa tuas sebagai kontrol yang bergerak bebas di lebih dari satu sumbu gerakan. Tergantung pada gerakan tuas yang digerakkan, akan mengubah status koneksi satu atau beberapa kontak sakelar . Saklar jenis ini biasanya digunakan untuk kendali mesin, kontrol kabel dan derek.

13. Rotary Swich

Selector Swich

    
Saklar jenis ni digunakan untuk menghubungkan satu titik terminal ke salah titik terminal lainnya dari banyak terminal. Saklar ini terdiri dari satu atau lebih kontak bergerak (kenop). Contoh sakelar ini adalah pemilih rentang tegangan atau kecepatan motor.

14. Timer Switch

Saklar Waktu

15. Membrane Switch

Keypad Switch


B. Saklar Elektrik

    Saklar Elektrik adalah Rakitan saklar menggunakan tegangan atau arus listrik untuk menghubungkan atau memutuskan koneksi dari suatu sirkuit (rangkaian) ke sirkuit lainnya . Berikut adalah beberapa contoh Saklar Elektrik :

1. Transistor Bipolar

Pada Transistor sebagai Sakelar ini, terdapat 3 pengoperasian transistor:

a. Mode Aktif

Transistor digunakan sebagai penguat arus. Dalam mode aktif ini, terjadi perbedaan bias pada dua persimpangan yang berarti persimpangan basis-emitor mengalami bias maju sedangkan persimpangan kolektor-basis mengalami bias terbalik. Dalam mode ini, arus yang mengalir antara emitor dan kolektor  sebanding dengan jumlah aliran arus basis.

b. Mode Cut-off

Pada mode ini persimpangan basis - kolektor dan persimpangan basis - emitor ber-bias terbalik. artinya pada kondisi ini arus akan mengalir dari kolektor ke emitor ketika tegangan basis-emitor rendah. Dalam mode ini, perangkat sepenuhnya dimatikan (OFF) karena arus yang mengalir melalui perangkat adalah nol.

c. Mode Saturasi

Dalam mode operasi ini, baik basis emitor dan persimpangan basis kolektor maju bias. Arus mengalir bebas dari kolektor ke emitor ketika tegangan basis-emitor tinggi. Dalam mode ini, perangkat sepenuhnya AKTIF atau ON.

2. Power Diode

Power Diode


    Di buat dengan bahan semikonduktor tipe P dan N dimana akan membentuk sambungan PN dan memiliki dua terminal yaitu anoda dan katoda. Ketika anoda diberi input positif terhadap katoda dengan tegangan yang lebih besar dari nilai ambang, sambungan PN bias maju akan aktif (Saklar ON). Dan ketika terminal katoda diberi input positif terhadap anoda, persimpangan PN bias terbalik dan memblokir aliran arus (saklar OFF).

3. MOSFET

MOSFET


    Ini adalah perangkat switching yang paling umum digunakan adalah aplikasi elektronik daya. Mosfet memiliki tiga macam terminal yaitu drain (output), source (common) dan gate (input).
Mosfet adalah jenis perangkat saklar yang dikontrol oleh tegangan, yaitu dengan memberi tegangan input (dari gerbang ke sumber), resistansi antara drain dan sumber tegangan yang dikotrol sesuai nilai (tergantung jenis Mosfet) akan menentukan status saklar menjadi ON atau OFF.

4. IGBT


5. SCR

6. TRIAC

7. DIAC

8. Gate Turn-Off Thyristor

Update Progress 15/10/2020

Simbol Saklar


Simbol Deskripsi Simbol Deskripsi
Image SPST DPST
Image SPDT Image DPDT
Open Switch Push Button Push Button
(Open Switch)
Normaly Open
Push Button
(Close Switch)
Nermaly Close
Push Button
Limit Switch
Double Push Button
Limit Switch
Image Thermal Switch
(Open Switch
Thermal Switch
(Close Switch)
Magnetic Switch
Fload Switch
Foot Switch Pressure Switch
Joystick Switch Timer Switch
Selector Switch
(Multi)
Rotary Switch
Baca juga...

Baca juga...

Posting Komentar